Mungkin judul itu pernah terlintas bagi kita tapi sering kita lupa tidak mengaplikasikan di kegiatan operasional setiap harinya.. kalo kita lihat dari judul diatas sebenarnya sangat simple.. karyawan yang merupakan "tulang punggung " perusahaan adalah suatu aset yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan..perusahaan sudah membayar karyawan setiap bulannya dan perusahaan mengharapkan karyawan tersebut memberikan sesuatu kontribusi yang lebih bagi perusahaan. Karyawan yang sebagai aset yang berharga dari perusahaan merupakan salah satu ujung tombak perusahaan dalam melakukan aktivitas di kegiatan sehari-harinya..
karyawan juga secara otomatis akan mempunyai jiwa "sense of belong" sendiri terhadap perusahaannya secara otomatis karyawan juga menginginkan agar terus bekerja di perusahaan tersebut.
Dengan adanya "sense of belong" tersebut maka perusahaan juga harus memikirkan apa yang diharapkan oleh karyawannya agar terjadi suatu "simbiosis mutualisme"
Kalau menurut saya dengan pertimbangan diatas maka perusahaan harus memberikan kepercayaan kepada karyawannya untuk melakukan aktivitas promosi ke masyarakat umum termasuk salah satunya melakukan aktivitas selling..( tapi dengan catatan diberikan suatu training agar komunikasi yang benar ke masyarakat )..
Kenapa karyawan merupakan media promosi yang efektif ??? menurut analisa saya hal ini dikarenakan : 1. Menghemat biaya promosi ( bayangkan jika kita mengeluarkan biaya promosi di tv,radio dll, belum tentu orang yang melihat media ATL itu akan percaya dan terjadi transaksi ). 2. Karyawan jika mempunyai perasaan sense of belong yang tinggi terhadap perusahaannya pasti karyawan itu akan memberikan yang terbaik bagi perusahaan sehingga karyawan akan mencoba untuk melakukan transaksi dan komunikasi sebanyak-banyaknya kemasyarakat yang lebih luas. 3. Karyawan sudah menguasai product knowledge dari produk-produk yang dikeluarkan perusahaan sehingga bisa menjelaskan kepada konsumen ataupun masyarakat sekitarnya tentang kelebihan dan manfaat produk tersebut. 4. Muncul adanya hubungan yang berkelanjutan antara karyawan dengan para konsumennya karena karyawan akan terus membina para konsumennya. Kalau kita melakukan analisa statistik saja seumpama dalam 1 perusahaan terdapat 1000 karyawan ( Mulai accounting,finance,sales dll ) melakukan selling, karyawan itu dalam lingkungan rumahnya saja yang kita hitung,dalam lingkungan 1 perumahan karyawan itu memiliki 20 orang saja yang dekat dan saya yakin jika sudah dekat maka pasti akan melakukan transaksi..maka secara otomatis akan terdapat transaksi 20.000 pcs.. jika 20 orang konsumen yg dekat dengan karyawan itu memperkenalkan 5 orang saja untuk diberikan kesempatan selling dan terjadi suatu transaksi maka transaksi itu akan mencapai angka 100.000 pcs..angka yang fantastik bukan???? bandingkan jika kita mengeluarkan uang untuk media TV,RADIO,dll yang mengeluarkan biaya milyaran tetapi belum pasti akan ada suatu transaksi sebesar itu dalam waktu yang singkat..Bandingkan sendiri ya efektif yang mana he..he..he, Demikian tips simple dari saya untuk memanfaatkan karyawan sebagai media promosi yang efektif bagi perusahaan...moga-moga dapat bermanfaat ya ( aira peribumi 09 )
Media promosi yang efektif adalah dari karyawannya sendiri
Cara simple untuk selling produk
Buat para sobat blog Aira..hari ini aira akan memberikan pengetahuan tentang selling produk yang simple dan efektif ( menurut saya he..he..he ), dan ini sudah saya praktekkan di semua kegiatan - kegiatan. adapun rumusnya adalah :
1. Menggunakan 3 tahapan :
1. Orang tahu
2. Orang Kenal
3. Orang Beli
3 Tahapan diatas biasanya orang tidak sabar dalam mengaplikasikan tersebut..biasanya orang ingin laku produknya tetapi dengan cara yang instant saja.berikut saya uraikan tahapan - tahapan tersebut.
1. Orang Tahu..
Bagaimana kita menginformasikan terlebih dahulu tentang produk yang kita jual, biasanya dengan cara - cara yang unik, contoh : menggunakan pengeras suara, ikon produk/happening art,Warna branding yang mencolok, SPG yang seksi dll. Sebenarnya dengan pola - pola yang unik itu biasanya konsumen akan sedikit melirik / melihat serta ingin mengetahui produk apakah itu?..sehingga rasa ingin tahunya semakin besar.
2. Orang Kenal..
Setelah rasa ingin tahu konsumen semakin besar maka diberlakukan tahap ke 2 yaitu bagaimana kita memperkenalkan suatu produk dengan menjelaskan segala sesuatu tentang produk : Harga, Kegunaan,Manfaat dll dari sebuah produk kita..
Pada fase ke 2 diharuskan diperkuat SDMnya, kalau perlu diberikan suatu produk knowledge bagi SDM - SDM yang turun di lapangan agar tidak terdapat salah komunikasi ke konsumen..
Sedikit info : Apabila tahap 2 ini dilakukan dengan benar maka konsumen akan otomatis membeli jika tidak benar maka otomatis juga konsumen tidak ada rasa tertarik sedikitpun terhadap produk kita.
3. Orang Beli..
Tahap ini adalah tahap akhir dari sebuah tahapan selling, tahap ini adalah efek daripada 2 tahap di depan..setelah konsumen sudah dilakukan tahapan ke 2 sudah benar maka kita sebagai penjual haruslah mengejar konsumen tersebut sehingga terjadi suatu transaksi baik itu melakukan dengan media Telephon,email, atau komunikasi lisan langsung dll.
Catatan : Di tahapan 3 ini kita harus mencari SDM yang jeli dan kuat dalam melakukan selling karena apabila tidak jeli maka percuma saja 2 tahap yang kita lakukan terlebih dahulu.
SDM tersebut diharuskan untuk jeli yaitu SDM itu mengetahui konsumen mana yang tertarik dengan produk kita setelah proses akhir yaitu perkenalan produk..biasanya ciri - ciri konsumen tertarik adalah :
- Sering bertanya
- Pandangan mata tertuju kepada produk kita.
- Memberikan nomor telephone atau apapun yang bisa di hubungi kembali
2. Continue ( Terus menerus )
Biasanya point ini sering dilupakan kita, konsumen akan banyak pilihan tetapi apabila kita dengan continue menjalankan tahapan - tahapan diatas maka suatu transaksi akan pasti terealisasi.
Ingat :
Konsumen tidak akan melakukan transaksi 1 kali saja tapi apabila konsumen senang dengan produk dan layanan kita maka akan berulang - ulang akan melakukan transaksi.
Sering banyak penjual yang tidak menjalankan secara Continue setelah melakukan tahapan - tahapan diatas maka saya yakin konsumen akan cepat pindah ke produk lainnya.
Continue yang saya maksud adalah :
1. Sering melakukan komunikasi ke konsumen walaupun konsumen sudah melakukan transaksi yang pertama.
2. Sering melakukan aktivitas selling di tempat yang sama agar konsumen akan ingat terus tentang keberadaan kita.
Demikian cara - cara simple dari Aira untuk melakukan selling produk secara sederhana ( diluar pakem ilmu marketing yang sesungguhnya he..he..he ). tapi jika kita jalankan maka akan terjadi suatu transaksi yang luar biasa.
cara simple untuk bernegosiasi
Saya akan menggambarkan dan mensharingkan langkah - langkah negosiasi yang sederhana dalam 3 pertemuan dan beberapa trik yang efektif untuk melakukan negosiasi :
- Persiapan, hal ini wajib dilakukan, misalnya : 1. memahami apa tujuan yang kita ingin capai, apa alternatif jika terjadi A, B dan C. 2. Mengetahui lawan negosiasi, sehingga kita mengetahui cara menberikan strategi dalam negosiasi. contoh : Ketika mengajukan proposal ke perusahaan harus membaca proposal dulu, tentunya kita akan semakin dijatuhkan oleh perusahaan itu. 3. persiapan penampilan.
- Pertemuan 1 : 1. Sering bertanya untuk mengeksplor keinginan dari lawan kita, dengan demikian kita memiliki siasat yang jitu untuk memenuhi keinginan kita. 2. Memberikan tawaran yang maksimal atau minimal mungkin, misalnya sebagai pembeli, harus menawar harga serendah-rendahnya, dan jika sebagai penjual, menjual dengan harga yang setinggi-tingginya.
- Pertemuan 2 : 1. Selalu mempunyai plan - plan tawaran yang lainnya. jadi tidak hanya fokus seperti apa yang diminta tetapi mempunyai alternatif negosiasi jika tawaran pertama tidak di setujui. 2. Sudah membicarakan tekhnis terlebih dahulu ke depannya walaupun belum ada kesepakatan agar pihak lain melihat kesiapan kita.
- Pertemuan 3 : Harus sudah ada kesepakatan dan mencatat semua keinginan pihak lain agar dapat diaplikasikan oleh kita.
1. Selalu bersahabat, jadi akan menuju suatu pencapaian keputusan yang mudah. Jika sama-sama ngotot yang masing-masing akan tidak mendapatkan hasil dari negosiasi.
2. Menganggap 2 pihak saling membutuhkan sehingga ada rasa saling menghargai.
3. Disaat setelah pertemuan 1 dan 2 kita harus sering berkomunikasi dengan pihak tersebut agar selalu diingat sehingga tidak diserahkan oleh pihak lain.
4. Jeda waktu antara pertemuan 1 dengan pertemuan berikutnya jangan terlalu lama agar pihak lain tidak mempunyai waktu untuk berpikir.
beberapa langkah agar merek/brand dikenal :
Saya ingin berbagi pengetahuan secara sederhana tentang bagaimana cara meningkatkan suatu merek / brand sebuah perusahaan supaya merek / brand menjadi sangat terkenal dan memiliki pengaruh yang luar biasa.
Beberapa gambaran tentang merek / brand yang akan dikenal adalah merek /brand yang:
· Menciptakan sebuah tujuan yang tak kuasa ditolak,serta sebuah ide besar yang keluar dari kerumunan, lebih dari sekedar produk atau industri, dan benar-benar berarti bagi masyarakat dan benar - benar dibutuhkan oleh masyarakat.
· Merefleksikan pelanggan, dan membentuk image dan reputasi di benak pelanggan bahwa brand / merek tersebut baik.
· Menggalang para pelanggan untuk bersama-sama memiliki ide-ide besar, yang dituangkan ke dalam suatu aplikasi di lapangan sehingga orang-orang tersebut merasa dihargai dan memiliki hubungan emosional sehingga orang tersebut bisa menyatakan: ” inilah perusahaan saya. ”
· Membantu pelanggan berbuat lebih banyak dan mendorong pelanggan untuk mendapatkan benefit dan membantu aplikasi yang mereka ingin lakukan.
· Berkembang menurut perkembangan pasar dan pelanggan tidak memaksakan suatu merek / brand untuk menggunakan pola pikir lama karena pasar selalu berubah dan sebuah merek / band tersebut dapat menciptakan suatu inovasi - inovasi ter - update yang sangat dibutuhkan masyarakat.
· Mempertahankan pelanggan-pelanggan terbaiknya, dengan membangun loyalitas mereka dengan mengadakan suatu pertemuan - pertemuan yang rutin.
· Memperbaiki kepercayaan kepada pelanggannya dengan membuka suatu layanan costumer service di perusahaan agar tidak terjadi miss kepercayaan di pasar.